Fathers whose Children will Intercede for Them on the Day of Judgement

Shaikh al-Albaani

Questioner: What kind of intercession is it that a child will do for his father when his father was someone who had given an aqiqah on behalf of that child? [The Aqiqah being the Sunnah of sacrificing two sheep for the new-born boy and one for the girl]

Al-Albaani: It is known in many hadiths that on the Day of Resurrection there will be young children standing at the gate of Paradise, crying and asking for their fathers. So Allaah the Blessed and Most High will send Jibreel عليه السلام to ask them why they are crying–even though He the Blessed and Most High knows better about them–so Jibreel عليه السلام will ask them and they will reply, saying, ‘We will not enter Paradise except that our fathers are with us.’ So the Lord of the Worlds will give permission to them and their fathers to enter Paradise.

So this…

View original post 37 more words

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Apakah Al-Ghazali Telah Ruju’ ke Manhaj Salaf?

Pertanyaan:

Apakah Abu Hamid Al-Ghazali telah ruju’ ke manhaj Salaf, sejauh mana kebenaran pernyataan ini?

Syaikh Al-Albani:

Sayangnya, tidak. Tapi ia sudah memulai untuk mengambil sedikit langkah yang amat lambat ke arah itu, dan aku memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla untuk mengampuni dia dan orang-orang yang seperti dia dari kalangan ahli ilmu.

Al-Huda wan-Nur, halaman 13.

Sumber: http://shaikhalbaani.wordpress.com/2013/05/08/did-al-ghazali-come-back-to-the-manhaj-of-the-salaf/

Posted in Al-Huda wan-Nur Syaikh Al-Albani, Sosok, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani | Tagged | Leave a comment

Benarkah Kita Akan Melihat Jin Pada Hari Kiamat Tetapi Mereka Tidak Akan Dapat Melihat Kita?

Penanya:

Benarkah kita akan melihat Jin pada hari Kiamat tetapi mereka tidak akan dapat melihat kita, yaitu kebalikan dari keadaan saat ini di dunia?

Syaikh Al-Albani:

Itu tidak benar.

Al-Huda wan-Nur, halaman 326

Sumber: http://shaikhalbaani.wordpress.com/2013/01/23/is-it-correct-that-we-will-see-the-jinn-on-the-day-of-resurrection-but-they-will-not-see-us/

Posted in Al-Huda wan-Nur Syaikh Al-Albani, Aqidah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani | Tagged , | Leave a comment

Hukum Puasa Ramadhan (Hanya) 28 Hari

Pertanyaan:

Apakah diperbolehkan untuk berpuasa hanya 28 hari untuk  bulan Ramadhan?

Jawaban:

Telah ditegaskan dalam hadits shahih yang panjang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa bulan (dalam penanggalan Hijriyah) itu paling sedikit 29 hari. Ketika hal itu dikonfirmasikan dengan kesaksian yang valid secara Islam bahwa bulan Syawwal telah masuk setelah kaum Muslimin baru berpuasa 28 hari, ini berarti bahwa mereka tidak berpuasa pada hari pertama bulan Ramadhan (yaitu hari pertama bulan Ramadhan yang sesungguhnya, mereka baru berpuasa pada tanggal 2 Ramadhan yang mereka anggap bahwa itu baru tanggal 1 Ramadhan, dan hal ini baru diketahui setelah bulan Ramadhan akan berakhir yang mana ketika bulan Ramadhan baru mencapai hari ke-28 ternyata keesokan harinya sudah masuk bulan Syawwal). Oleh karena itu mereka harus menggenapkannya (menjadi 29 hari), karena tidak mungkin jika bulan hanya 28 hari. Bulan itu antara 29 atau 30 hari.

Syaikh Abdul-Aziz bin Baz
Fatwa Islamiyah, jilid 2 halaman 234

Sumber: http://www.fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=872

Posted in Fatwa Islamiyah, Syaikh bin Baz, Fiqih, Syaikh Abdul-Aziz bin Abdullah bin Baz | Tagged , , | Leave a comment